Raffi Ahmad Mantap Jadi Pembina Rohis Nasional 2025, Titip Pesan Iman, Akhlak, dan Fokus Berjuang di Era Digital
Kongres Rohis Nasional 2025 menjadi panggung lahirnya kolaborasi baru antara dunia keagamaan dan figur publik. Raffi Farid Ahmad, artis sekaligus pengusaha yang kini juga dipercaya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, secara resmi menyatakan kesediaannya menjadi Pembina Rohani Islam (Rohis) Nasional. Keputusan ini disambut riuh antusias ratusan peserta yang hadir dari seluruh Indonesia.
Langkah Kementerian Agama menggandeng Raffi dipandang strategis. Sosok yang dekat dengan kalangan muda ini diharapkan mampu menjembatani penyampaian nilai-nilai spiritual dengan pendekatan yang lebih kreatif dan relevan bagi pelajar masa kini. Raffi sendiri menegaskan komitmennya untuk mendukung program Rohis yang menumbuhkan kecerdasan spiritual, kreativitas, hingga kepemimpinan pelajar sebagai fondasi karakter bangsa.
Dalam sesi motivasi yang berlangsung hangat, Raffi berbagi perjalanan hidupnya—termasuk kisah jatuh bangun di awal karier. Ia menekankan bahwa ketenangan dan keberkahan hidup datang bukan dari popularitas atau harta, melainkan dari iman serta rasa syukur kepada orang tua.
“Saya bisa berdiri di sini karena doa ibu saya. Jangan pernah remehkan doa orang tua,” ucapnya dengan penuh haru.
Ia mengajak generasi muda Rohis menapaki jalan sukses dengan pondasi iman dan karakter. Menurutnya, menjadi anak Rohis bukan sekadar mengikuti kegiatan keagamaan, melainkan menjadi teladan dalam sikap, tutur kata, dan perilaku—baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
Kekuatan Doa: Minta yang Spesifik, Terima yang Terbaik
Raffi juga menyinggung pentingnya kualitas doa. Ia mengingatkan bahwa Allah tidak selalu memberikan apa yang manusia inginkan, melainkan apa yang dibutuhkan untuk tumbuh dan menguatkan jiwa.
“Doa itu jangan pendek-pendek. Minta yang detail,” tuturnya sambil mengajak para peserta menjadikan doa sebagai dialog personal dengan Tuhan.
Pesan ini mendapat sambutan hangat, terutama dari para remaja yang tengah mencari arah di tengah gempuran budaya instan dan tekanan era digital.
Di momen berbeda, Raffi memberikan perspektif tentang popularitas dan tekanan sosial. Ia mengingatkan bahwa dikenal publik berarti siap dicintai sekaligus dikritik. Karena itu, mental yang kuat menjadi kunci.
“Semakin banyak orang yang suka sama kita, semakin banyak juga orang yang gak suka,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga privasi rencana pribadi agar fokus tidak terpecah oleh komentar atau intervensi orang lain. Menurutnya, diam bukan berarti pasif—justru menjadi ruang membangun fondasi sebelum menunjukkan hasil.
Generasi Rohis: Tunas Pemimpin Masa Depan
Melalui rangkaian pesannya, Raffi berharap gerakan Rohis tumbuh menjadi wadah pembinaan generasi muslim yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman. Dengan pendekatan yang lebih kreatif, Rohis diharapkan melahirkan pelajar yang cerdas, matang secara spiritual, serta siap membawa perubahan positif.
Kehadiran Raffi sebagai pembina nasional menjadi simbol kolaborasi baru: bahwa dakwah dan pembinaan karakter dapat dikemas secara menyenangkan, dekat dengan budaya remaja, namun tetap sarat makna.
Rohis kini memasuki babak baru—lebih modern, inspiratif, dan berakar kuat pada nilai-nilai iman, syukur, serta akhlak mulia. Generasi muda pun diajak melangkah dengan tenang: menyimpan rencana, memperbanyak doa, menghormati orang tua, dan menebar kebaikan sebagai identitas sejati seorang muslim.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Ini Pemenang Riset Olimpiade Madrasah Indonesia Tingkat Nasional 2025
Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag mengumumkan para juara riset pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Nasional 2025. Pengumuman
Tutup OMI 2025, Menag: Sains dan Agama Berjalan Seiring, dan Madrasah Adalah Jembatannya
Gelaran Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 resmi ditutup oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, di Tangerang, Rabu (13/11/2025). Dalam sambutannya, Menteri Agama me
Jelang Hari Guru, 101.786 Guru Madrasah dan Pendidikan Agama di Sekolah Lulus PPG
Kementerian Agama mengumumkan sebanyak 101.786 guru madrasah dan guru Pendidikan Agama di sekolah dinyatakan lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) Angkatan 3 Tahun
Logo Hari Guru Nasional 2025, Apa Makna dan Filosofinya?
Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 mengusung tema “Merawat Semesta dengan Cinta.” Tema ini bukan hanya seruan simbolik, melainkan refleksi mendalam atas filosofi pendi
Menag Launching MTQ Nasional ke-28 di Kota Padang, Sumatera Barat
Menteri Agama Fachrul Razi melaunching Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional ke-28, melalui sambungan video konferensi, Selasa (28/07) siang. “Pada hari ini sekaligus menjadi
Menjaga Kualitas Pembelajaran di masa Pandemi Covid 19
Dunia saat ini sedang dilanda oleh pandemi wabah covid 19. Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pandemi adalah wabah yang berjangkit serempak di mana-mana atau meliputi geo
Upaya Memajukan Pendidikan Madrasah di Enam Puluh Dua Daerah Tertinggal
Upaya memajukan pendidikan anak bangsa merupakan amanat dari Undang-undang Dasar 1945. Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan salah satu tujuan bangsa adalah mencerdaskan kehidup
Agama, Pancasila, dan Pendidikan Karakter
Pandemi Covid-19 tidak membuat bangsa ini berhenti berdebat. Mulai soal penanganan virus, nilai tukar rupiah, pemakzulan, RUU HIP, dan kini usulan peleburan pendidikan agama di sekolah
Begini Juknis Bantuan Operasional Pesantren dan Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam
Kementerian Agama menerima amanah berupa anggaran sebesar Rp2,599 triliun untuk membantu pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam di masa pandemi Covid-19. Direktur Pendid


